Pajak, Urat Nadi Kehidupan Bangsa

Posted on Updated on


PAJAK mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam melanjutkan pembangunan, karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran negara.

Pajak dipungut pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menutup biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk mencapai kesejahteraan bersama.’ Pajak dipungut untuk dikembalikan ke rakyat melalui pengeluaran-pengeluaran dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Manfaat pajak sangat strategis, sebagai urat nadi kehidupan bangsa. Sekitar 70% dari penerimaan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional, baik berupa barang ataupun jasa, berasal daripajak.

“Pajak merupakan iuran kepada kas negara yang diatur berdasarkan undangundang. Karenanya pemungutan pajak dapat dipaksakan. Hasil pembayaran pajak akan digunakan untuk pembiayaan nasional yang mungkin tidak secara langsung bisa dirasakan para pembayar pajak, ” ungkap Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Djoko Slamet Surjoputro.

Sangat mungkinDjoko memberi contoh, cita-cita bangsa untuk mengalokasikan 20% APBN sesuai amanat UUD 45 (revisi) untuk membiayai pendidikan nasional sangat mungkin dicapai apabila kontribusi pajak terus meningkat.

Pajak, menurut dia, merupakan biaya yang paling sehat dan .berkelanjutan (sustainable), karena dengan tingginya penerimaan pajak, siklus ekonomi nasional akan dengan sendirinya bergulir.

“Karenanya setiap warga negara yang memiliki penghasilan di atas Rp1,1 juta per bulan harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Inilah tanda kepedulian seorang warga negara terhadap kelangsungan hidup negaranya. Bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang memenuhi kebutuhannya sendiri,” ujar Djoko.

Peningkatan penerimaan pajak yang tentunya harus diikuti dengan meningkatnya jumlah Wajib Pajak (WP) akan berkontribusi pada kemajuan bangsa di kemudian hari. Indikator kemajuan suatu negara adalah apabila generasi saat ini menikmati standar hidup yang lebih baik daripada generasi sebelumnya, generasi mendatang lebih baik dari generasi sekarang, begitu seterusnya.

Karenanya Djoko berharap masyarakat yang terkena pungutan pajak turut aktif melakukan pengawasan,, supaya pajak tersebut digunakan untulckegiatan . produktif yang akan mengangkat standar kehidupan masyarakat. Pengawasan juga sangat penting agar penggunaannya tidak diselewengkan untuk kepentingan segelintir orang atau kelompok.

“Selain itu, WP yang patuh juga harus mendorong lingkungan di sekitarnya untuk melakukan kewajiban membayar pajaknya. Ini supaya tercipta keadilan, jangan sampai mereka merasa diperlakukan tidak adil karena ada segelintir orang yang bisa menikmati semua fasilitas umum yang dibiayai pajak tanpa pernah membayar pajak,”tandas Djoko.

Pajak juga berfungsi sosial, karena anggota masyarakat yang karena kemampuan ekonominya tidak masuk dalam kategori WP (masyarakat miskin misalnya), tetap bisa menikmati semua fasilitas umum dan tunjangan sosial hingga upaya peningkatan standar kehidupan mereka yang semuanya’ dibiayai pajak.

Lebih lanjut Djoko mengungkapkan, apabila modernisasi yang dilakukan DJP telah berjalan lancar dan progresif, manfaat pajak lainnyaadalah semakin mempersempit peluang KKN di negara kita ini. Pendaftaran NPWP dan pengisian SPT rutin memudahkan tinjauan atas penambahan jumlah kekayaan dan setiap transaksi ekonomi yang dilakukan WP. Selain itu peluang permainan yang dilakakukan WP yang bermain mata dengan petugas pajak akan lebih susah karena validitas data merupakan keulamaan modernisasi perpajakan DJP.

“Satu hal penting lainnya dari manfaat pajak adalah ikut menciptakan kesempatan berkompetisi ^ang sehat. Artinya aktivitas perekonomian bermain di dalam lapangan kompetisi yang sama, terbuka dan adil,” tambah Djoko.

TerlindungiIa meyakini dengan membayar pajak, secara proporsional, semua pelaku ekonomi akan melakukan kalkulasi, untung rugi yang hampir seragam. Hal ini berdampak pada hargajual barang dan jasa yang dihasilkannya akan bersaing secara ketat. Dengan jalan ini konsumen juga terlindungi dari manipulasi harga dan kualitas. Pengawasan yang sistematik dan struktural dalam kehidupan bernegara bisa dicapai lewat pajak.

Hasil dari pemasangan iklan, penyuluhan dan sosialisai secara maraton yang dilakukan DJP ternyata mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Kongkretnya keluhan dari anggota masyarakat berkurang. Sebaliknya, banyak warga masyarakat yang justru bertanya tentang berbagai hal mengenai pajak. Mereka menghubungi langsung ataupun lewat complain center yang disediakan DJP. “Fakta itu tentu menggembirakan, karena menunjukkan upaya modernisasi DJP direspons positif oleh masyarakat,”tukas Djoko.

Djoko menyadari tantangan DJP ke depan adalah bagaimana mengubah prasangka yang kurang baik dari masyarakat terhadap pajak dan penggunaan pajak. Upaya sosialisasi yang dilakukan Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat ini tidak akan mencapai hasil apabila tingkat kepercayaan masyarakat tidak bisa dipulihkan. Ia sangat menghargai peran serta beberapa perguruan/! tinggi yang secara sukarela mengembangkan tax center meski baru berupa website minimalis. “Ini menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian dari kalangan akademisi. Dan yang terpenting, di kampus itu tersimpan potensi calon anggota masyarakat hingga pemimpin bangsa. Apabila mereka telah memiliki kesadaran perpajakan yang begitu tinggi, ini tentunya modal awal yang sangat besar bagi kelangsungan masa depan bangsa,” tukas Djoko sambil tersenyum.

Sumber :

Media Indonesia

http://www.laporpajak.com/laporpajak/Berita/3101012.htm

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s